Selasa, 25 September 2012

Honda Tiger, Street Fighter

Modif Honda Tiger, 2001 (Bandung)
halo kawan otomodif , ada satu inspirasi lgi nih bwat kwan kawan yg suka dngan tampilan motor kesayangan dengan konsep street fighter..

Honda Tiger, Street Fighter Bandung Selatan


Boleh dibilang inilah maha karya Asep Wahyudin. Honda Tiger aliran street fighter menjadi salah satu maskot klub Asep yang nengok kalau dipanggil Kang Ipit ini. Doi tergabung di Bandung Selatan Tiger Klub (BSTC).

Kebanyakan pemilik Tiger saat ini lagi gandrung dengan ubahan aliran vintage. Tapi, tidak bagi Kang Ipit. Dia tetap setia dengan aliran motor yang bikin tampak motor gagah ini. “Saya senang tampil sangar di jalanan, motor aing kumaha aing,” pede Kang Ipit. Maksudnya terserah dia motornya mau diapain juga.

Tidak serta merta dia gampang melakukan dengan mudah ubahan pada Tigernya ini. Mulai dari kaki-kaki, ogah tampil seadanya. Suspensi limbah moge dipasang. Kendala awal dihadapinya saat aplikasi limbah moge Suzuki B-King.

Area komstir juga perlu penyesuaian. As komstir diganti dengan as komstir custom hasil bubut seukuran dengan Tiger. “Untuk arm belakang juga sama dibubut. Tapi, lupa ukuran diameternya, yang penting bisa masuk,” tambah pria berkacamata ini.

Bukan hanya suspensi yang bikin sangar, bentuk bodi juga mendukung konsep awal. Kang Ipit dibantu rekan-rekan klubnya. “Bodi handmade dari fiberglass dikerjakan sendiri di rumah,” ungkap Ipit yang seorang wiraswasta konveksi ini.

Pemilihan warna juga cukup unik. Hitam dengan kombinasi ungu bisa juga membuat lebih sangar dan elegan.
Tanpa mengesampingkan fungsional, beberapa komponen rupanya tak luput dari perhatian Ipit. Seperti jok single seater bisa diubah sistem knock down agar bisa pasang jok tambahan untuk boncenger.

Penempatan knalpot juga yang sesekali bisa bongkar-pasang. Caranya dengan ganti knalpot undertail yang nongol di bawah jok.

Modifikasinya ini bukan tanpa alasan. Selain jadi salah satu maskot di klub tempat Ipit bernaung, sesekali motor ini juga diajak riding jauh alias turing. Makanya mesti tetap safety. “Saya sudah tes sampai Gunung Bromo saat acara Honda Bikers Day beberapa waktu lalu, alhamdulilah enggak ada kendala dan tetap nyaman dipakainya,” jelas Ipit.

Berkat garapan Ipit dan teman-temannya ini pula, banjir orderan untuk bikin bodi atau kedok lampu buatannya datang dari berbagai kota. Namun meski gila modifikasi tak membuatnya terjun langsung menjadi seorang builder.

Maklum mungkin bro yang satu ini masih sibuk dengan bisnis konveksinya. Atau mau ganti aliran modifikasi lagi? “Enggak! Saya puas dengan ubahan ini!”

Motor maneh kumaha maneh! (motor kamu terserah kamu, red). He..he..he..
suber:(motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan  : Battlax BT45 120/70-17
Ban belakang  : Sinko 200/50-17
Lampu depan      : Jupiter MX
Rem depan         : Nissin
Rem belakang     : Kitaco

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar